Kamis, 31 Desember 2009

Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur'an dan Hadis (MAQDIS)
Diterbitkan oleh PT Sapta Sentosa, Bandung.
Ditulis oleh puluhan penulis internasional ternama :
Prof.Dr. Beikheir Hammouti, Ir. Abdu Daim Kaheel, Harun Yahya,
Dr.dr. Muhammad Nizar Al-Daqr, Dr.dr. Mahmud Nazhim Al-Nasimi
Penerjemah :
Moch. Syarif Hidayatullah, Achmad Atho'illah, Mahfud Hidayat Lukman,
Ahmad Muzayin, Luthfi Arif Alamsyah, dkk.
Pembaca ahli :
Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub, M.A
Kata pengantar :
Prof.Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
H.M.Ichwan Sam (Sekum MUI Pusat)
Sabtu, 05 Desember 2009
Jumat, 04 Desember 2009
Kata Pengantar MUI

Buku "Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis" ini, terdiri dari 10 jilid dengan 10 tema. Merupakan gambaran dari hasil penggalian para ilmuwan dan ulama mutakhir terhadap Alquran berdasarkan bidang ilmu yang mereka geluti sehari-hari.
Yang membedakan ensiklopedia ini dengan yang lain adalah pada banyaknya keistimewaan dan keunggulan yang ada pada buku ini. Saya mencatat berbagai keunggulannya antara lain :
(1) Buku ini ditulis oleh para ahli dari berbagai bidang yang beragam
(2) Melibatkan banyak ilmuwan yang tak diragukan lagi kredibilitasnya
(3) Data pendukung yang digunakan adalah data mutakhir
(4) Tema-tema yang diangkat merupakan tema baru, terutama bagi pembaca yang ingin mendalami kandungan Alquran dari sumber yang berbahasa Indonesia
Dengan segala kelebihan yang dimiliki buku ini, atas nama Majelis Ulama Indonesia, izinkan saya memanjatkan syukur ke hadirat Allah Swt. serta menyambut gembira kehadiran buku-buku berharga ini di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Tentu saja saya berharap ensiklopedia ini dapat menjadi khazanah pengetahuan bagi masyarakat Indonesia untuk semakin membumikan Alquran di tengah-tengah masyarakat, yang kali ini didekati dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ensiklopedia ini merupakan lompatan besar bagi pengayaan kajian seputar Alquran di Indonesia, mudah-mudahan. Amiin.
Jakarta, 22 Juni 2008
HM. Ichwan Sam
Sekum MUI Pusat
Kamis, 03 Desember 2009
Alasan Ka’bah dijadikan Kiblat

Seperti kita ketahui bersama, Ilmu Geologi modern berhasil mengungkap fakta ilmiah bahwa terdapat banyak lempengan berdempetan di bumi ini, diantaranya adalah lempengan Eropa-Asia, lempengan Afrika, lempengan Arab, lempengan Indo-Australia, lempengan Amerika Utara, lempengan Samudra Pasifik dll.
Lempengan-lempengan tersebut bergerak secara terus-menerus. Gerakannya lambat, sehingga mata tidak bisa memantaunya secara langsung. Fakta yang mencengangkan (Belum dipublikasikan oleh studi-studi asing) adalah bahwa ternyata lempengan Arab menjadi poros tengah dari lempengan-lempengan bumi lainnya, karena lempengan-lempengan lain tersebut mengitari lempengan Arab dari segala penjuru.
Kemanapun lempengan Arab menghadap,
maka semua lempengan yang mengitarinya akan mengikuti
untuk berputar disekitarnya dengan putaran yang teratur.
Mekah sendiri terletak ditengah lempengan Arab. Dengan demikian maka kita akan menemukan fakta bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini menghadap ke arah Mekah.
Dikarenakan segala sesuatu menghadap ke arah Mekah, sedang titik pusat kota Mekah adalah Ka'bah, maka kita dapat menyimpulkan bahwa Ka'bah merupakan pusat bumi.
Segala benda yang ada di dalam bumi, di permukaannya, dan diatasnya, semuanya mengarah ke Ka'bah, dalam keadaan bersujud dan tunduk di hadapan-Nya.
Semoga Allah menghidupkan hati kita dengan cahaya ilmu pengetahuan...
(Ref : Ensiklopedia Mukjizat Alquran & Hadis, buku 8 : Kemukjizatan Penciptaan Bumi, hal 113-126)









